A. Pentingnya retorika
Diantara karunia tuhan yang paling besar bagi manusia ialah
kemampuan berbicara. Kemampuan mengungkapkan isi hati dengan bunyi yang dikeluarkan dari mulutnya. Dengan berbicara dapat membedakan manusia dengan makhluk lain. Kambing bisa mengembik akan tetapi tidak akan bisa menceritakan pengalaman masa kecilnya pada teman . Lama sebelum tulisan dikenal orang telah mengenal namanya berbicara sebagai alat komunikasi.
1. Seorang Kopral kecil pada perang dunia II berhasil menjadi kaisar Jerman dan bahkan menguasai benua Eropa itu karena kemampuan berbicara yang dimiliki dalam bukunya “Mein Kamf” Hitler mengatakan setiap gerakan besar di dunia ini di kembangkan oleh ahli-ahli pidato bukan oleh ahli tulisan.
2. Istri, Gelon (seorang penguasa tiran kejam) menderita halitosis (bau mulut)
3. Disraeli diplomat nomor wahid Inggris, pidato pertama tidak menarik, ejekan, tertawa,teriakan dan Sheil menasihatinya untuk balajar berpidato yang baik.
4. Soekarno mampu membangkitkan semangat juang para pemuda
B. Sejarah Retorika
Objek studi retorika setua dengan kehidupan manusia yang awalnya digunakan dalam adat istiadat,kelahiran,kematian,lamaran perkawinan dsb. Adapun beberapa penggagas retorika diantaranya:
1. Uraian sistematis tentang retorika diletakkan oleh orang Syracuse sebuah koloni di pulau Sicilia yang diperintah oleh kaum tiran (kejam) yang oleh Corax membantu rakyat memnengkan haknya dipengadilan dengan menulis makalah retorika pertama yang diberi nama Techne Logon (seni kata-kata) dengan memperkenalkan “tekhnik kemungkinan”. Ia juga membagi pidato menjadi lima bagian; Pembukaan,uraian, argumen,penjelasan tambahan,kesimpulan.
2. Gorgias : mendirikan sekolah retorika pertama dan menekankan dimensi bahasa yang puitis dan tekhnika berbicara yang improntu
3. Protogoras: Aliran sohistai (guru kebijakan) menekankan bahwa retorika bukan hanya ilmu pidato tetapi meliputi ilmu sastra, gramatika dan logikaMereka tahu bahwa rosio tidak cukup untuk meyakinkan orang dan mengajarkan tekhnik-tekhnik memanipulasi emosi dan menggunakan prasangka untuk menyentuh pendengar.
4. Aristoteles :kemampuan untuk menentukan, dalam kejadian teretentu dan situasi tertentu, metode persuasi yang ada dan mempengaruhi orang. Di perekenalkan 3 cara untuk mempengaruhi orang : 1.harus mampu menunjukkan pada Khalayak bahwa anda memiliki pengetahuan yang luas, kepribadian yang terpercaya dan status terhormat (ethos), 2. mampu menyentuh hati Khalayak emosi, harapan, kebencian dan kasih sayang (pethos), 3. Meyakinkan Khalayak dengan bukti yang kelihatan sebagai bukti (logos). Dan cara lain yang diperkenalkan adalah Entimen (en=di dalam, tymos=pikiran) merupakan silogisme yang tidak lengkap tidak untuk pembuktian secara ilmiah tetapi untuk meyakinkan Contoh: Semua oran mempeunyai perasaan iba pada org menderita ( premis mayor) anda manusia (premis minor) anda mempunyai perasaan yang sama (kesimpulan) Jadi untuk mempengaruhi orang saya dapat mengatakan Sebagai manusia anda pasti mempunyai perasaan iba pada org yang menderita (premis mayor hilang).
5. Berdasarkan zamannya maka dapat dibagi dalam
a. Retorika zaman Romawi : Caesar raja romawi yang ditakuti memuji Cicero “ Anda telah menemukan semua khasanah retorika anda telah memperoleh yang lebih disukai dari pada kemenangan para Jenderal Karena sesungguhnya lebih agune memperluas batas-batas kecerdasan manusia dari pada memperluas batas-batas kerajaan Romawi.
b. Retorika zaman pertengahan (400-1400) ; Abad pertengahan merupakan abad kegelapan juga pd retorika karena Romawi kala itu dipegang oleh kaum Kristen, dan terjadi pelarangan belajar ilmu retorika mereka menganggap setelah memeluk agama Kristen maka secara otomatis mereka akan sanggup menyampaikan kebenaran dan setelah satu abad kemudian di timur muncul peradaban baru Seorang Nabi menyampaikan firman tuhan “Berilah mereka nasehat dan berbicaralah kepada mereka pembicaraan yang menyentuh jiwa mereka (Q.S. 4;63) dan ia sendiri pembicara yang fasih dengan kata-kata yang singkat dan penuh makna (Muhammad s.a.w)
c. Retorika moderen ; Aliran pertama yang menekankan proses psikologi adalah epistemologis kewajiban retorikawan adalah menggunakan rasio dan imajinasi untuk menggerakkan kemauan secara lebih baik yang meliputi teori pengetahuan, asal-ususl, sifat, metode dan batas-batas pengetahuan manusia.George Campbell yaitu upaya pencerahan pemahaman menyenangkan imajinasi, menggerakkan perasaan dan mempengaruhi kemauan. Aliran kedua Balles letters yang mengutamakan keindahan bahasa, segi-segi estetis pesan, dengan mengabaikan segi informatifnya yang keduanya memusatkan perhatian pada persiapan pidato dan aliran ketiga elokisionis menekankan pada tekhnik penyampaian pidato.
C. Jenis-Jenis Pidato
1. Impromtu ; dadakan, tanpa menggunakan naskah, langkah yang dapat dilakukan a. pikirkan permulaan pidato misal ;ilustrasi, cerita dan hubungan b. tentukan sistem organisasi pesan misal kronologis, kerangka sosial ekonomi c. tekhnik menutup pidato
2. Manuskrip (naskah ): a. Susun garis besar informasi b. tulislah seakan-akan berbicara c. baca berkali-kali sambil membayangkan pendengar d. hafalkan sekadarnya d. harus dengan ketikan besar.
3. Memoriter (hafalan : sama tetapi keseluruhan yang akan disampaikan harus di hafalkan
4. Ekstempore : banyak digunakan persiapannya dalah dengan membuat out line (garis besar) informasi yg akan disampaikan.
D. Kriteria topik yang baik
1. Topik harus sesuai dengan latar belakang pengetahuan anda
2. Menarik minat pembicara
3. Menarik minat pendengar
4. Sesuai dengan pengetahuan pendengar
5. Terang lingkup pembatasannya : Agama moralitas, cara ibadah dan sistem kepercayaan mis moralitas, hubungan diri, org lain dan tuhan.
6. Topik sesuai dengan waktu dan situasi
7. Topik harus dapat ditunjang dengan bahan yang lain
E. Merumuskan judul
1. Relevan ; ada hubungannya dengan pokok-pokok bahasan
2. Provokatif ;dapat menimbulkan hasrat ingin tahu dan antusiasme pendengar
3. Singkat ; mudah dimengerti
F. Menentukan tujuan
1. Pidato informative ; menambah pengetahuan pendengar seperti guru dan dosen
2. Pidato persuasif : di tujukan agar orang mempercayai sesuatu, melakukannya, atau terbakar semangat dan antusiasme
3. Pidato Rekratif : Perhatian kesenangan, dan humor bahasannya enteng, segar, dan mudah dicerna
G. Mengembangkan bahasan
1. Penjelasan , keterangan yang sederhana dan tidak terinci sehingga membutuhkan sistem penjelas . Defenisi etimologis, ahli, contoh,uraian,penolakan.
2. Contoh, manusia susah menerima abstrak, dengan contoh gagasan di konkretkan yang merupakan cerita terinci yang disebut ilustrasi, hipotesis; cerita yang akan terjadi dengan tokoh rekaan dan faktual ; cerita sebenarnya
3. Analogi , perbandingan antara dua hal atau lebih untuk menunjukkan persaan atau perbedaan (Q.S Albaqarah;261) orang yang menafkahkan hartanya.
4. Testimoni, kutipan ahli, Undang-undang, kitab suci,artikel dan makalah, laporan dsb.
5. Statistik, angka-angka untuk menunjukkan perbandingan kasus
6. Perulangan, dapat menimbulkan kesan yang kuat ; periklanan.
H. Prinsip komposisi pidato
1. Kesatuan (Unity) ; Anggota tubuh, satu macam tujuan
2. Pertautan (Coherence) ; keterkaitan setiap informasi
3. Titik berat (emphasis) ; Bagian-bagian yang harus diperhatikan (centrals idea)
I. Organisasi pesan
a. Deduktif : menyatakan gagasan utama kemudian memperjelas dengan bukti
b. Induktif, gagasan utama di bagian belakang dengan sebelumnya penjelasan
c. Kronologis, pesan disusun berdasarkan urutan waktu terjadinya
d. Logis, disusun berdasarkan sebab akibat
e. Spasial, pesan disusun berdasarkan tempat berhubungan dengan geografis.
J. Tahapan penyampaian pidato
1. Membangun kepercayaan diri, kecemasan berkomunikasi ; demam panggung, stres kerja Dale Corrigie “lakukan apa yang anda takut melakukan “
2. Krediabilitas (otoritas), a. latar belakang keilmuan b. Good sense (pendengar menyukai) dapat dilakukan : pendekatan rasional dan argumentasi yang logis, menghindari kata lihat bab sekian, jujur dalam informasi, tidak menggurui (penghargaan pada pendapat yang berbeda).
PENGANTAR RETORIKA
By. M Ikhsan.*)
Retorika Dalam Tinjauan Filosofis
Manusia adalah makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Sebagai makhluk individu, ia memiliki potensi dan kelebihan dibanding makhluk yang lain khususnya dalam berkomunikasi. Ia hampir mampu melakukan komunikasi dalam berbagai bentuk, baik verbal maupun nonverbal 1). Sebagai makhluk sosial ia tidak dapat hidup dengan sendirinya, terlebih lagi dalam memenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya. Untuk itu mesti berinteraksi dengan orang lain. Dalam hal ini peranan komunikasi menjadi sangat penting. Dengan retorika maka komunikasi untuk kepentingan tersebut menjadi salah satu teknik yang cukup efektif.
Retorika Dalam Tinjauan Historis, Sosial-Komunikasi
Retorika sebagai salah satu teknik komunikasi berkembang seiring dengan perkembangan kemampuan komunikasi manusia. Ia setua dengan kehidupan manusia. Retorika sebagai bagian dari komunikasi bukan sekedar sarana untuk mengefektifkan komunikasi agar orang lain mau mengikuti atau menuruti keinginan kita. Akan tetapi perlu dipahami bahwa retorika adalah bagaimana memberikan makna terhadap untaian kata atau kalimat yang dipaparkan ( power of word)2. retorika biasa juga dikenal dengan magic of speaking, ibaratnya ia adalah sihir yang dapat melenakan manusia atau orang lain yang mendengarnya. Tanpa dibingkai dengan nilai-nilai normative, maka ia akan cenderung menjadi bias dan berdampak negatif.3
Sejarah Perkembangan Retorika.
Berdasarkan zamannya retorika dapat dibagi dalam :
1. Zaman Romawi : Cicero yang memperkenalkan khasanah retorika sebagai salah satu alat memperluas batas kecerdasan dan memperluas batas kekuasan kerajaan Romawi.
2. Zaman pertengahan : pada zaman ini terjadi pelarangan khususnya dari kalangan kaum gerejawan dengan doktrin kebenaran mutlak kaum Gereja (pendeta). Oleh Islam hal tersebut menjadi anjuran untuk memudahkan proses dakwah dan penyebaran ajaran Islam, (Q.S. 4:63 ; Berilah mereka nasehat dan berbicaralah kepada mereka dengan pembicaraan yang menyentuh jiwa mereka.
3. Zaman modern : ada tiga aliran pada zaman ini yaitu Pertama, Epistemologis yang menekankan proses psikologi yang menyatakan bahwa kewajiban retorikawan adalah menggunakan rasio dan imajinasi untuk menggerakkan kemauan secara lebih baik yang didasari teori pengetahuan, asal-usul, sifat metode dan batas pengetahuan manusia. Kedua, aliran Balles letters yang mengutamakan keindahan bahasa, segi-segi estetis pesan, dengan mengabaikan segi informatifnya yang keduanya memusatkan perhatian pada persiapan pidato dan aliran ketiga Elokisionis menekankan pada tekhnik penyampaian pidato
Pengertian Retorika
Re = kembali; Torica = berbicara , berbahasa , mengungkankap bahasa. ; Retorika dapat diartikan sebagai seni berbicara atau berbahasa Sepintas retorika adalah bagaimana meyakinkan orang lain untuk mau menerima dan mengikuti keinginan, ide dan gagasan kita melalui gaya bahasa dan ekspresi kita. Sehingga dapat disimpulkan bahwa retorika adalah seni berbicara dihadapan orang lain dengan gaya bahasa dan ekspresi tertentu sehingga orang lain terpikat, menerima dan mengikuti anjuran atau keinginan kita.
Mengapa perlu retorika ?
a. Pentingnya Retorika.
Seiring dengan perkembangan kebudayaan manusia, retorika tak hanya berfungsi untuk mengefektifkan komunikasi dalam hubungan antara manusia satu dengan yang lain. Tetapi lebih dari itu retorika telah menjadi kebutuhan dalam berbagai aktivitas kehidupan manusia antara lain : dalam upacara adat, acara kelahiran, pernikahan dan acara kenegaraan, dan sebagainya. Berdasarkan hal tersebut maka retorika diperlukan dalam rangka :
1. Mengefektifkan komunikasi dalam penyampaian ide, gagasan dan pendapat terhadap orang lain.
2. Menarik perhatian orang lain sehingga orang dapat memusatkan perhatian mereka kepada pembicara
3. Meyakinkan orang lain untuk mau berbuat, membakar semangat dan antusiasme
4. Menyenangkan orang lain dalam proses komunikasi, dengan bahasa yang sederhana dan mudah dicerna.
5. dsb
b. Penggunaan retorika dalam berbagai bidang :
- Dalam bidang kenegaraan, untuk menanamkan semangat nasionalisme, loyalitas dan komitmen dan kesadaran membangun negara, membangun wibawa dihadapan rakyat, dan mmasyarakat Internasional.
- Dalam bidang pendidikan, untuk memudahkan proses penyampaian informasi untuk pengembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik siswa.
- Dalam bidang sosial, untuk mmengefektifkan proses sosialisasi kebijakan, penyuluhan-penyuluhan dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat dengan bahasa yang sederhana.
- Dalam bidang keagamaan, digunakan untuk proses penanaman nilai, membangkitkan semangat beragama dan motivasi untuk beramal.
c. Beberapa istilah terkait dengan Retorika
Orasi
Pidato
Ceramah
Langgan
d. Beberapa Hal yang harus diperhatikan dalam retorika
7. Penjelasan , keterangan yang sederhana dan tidak terinci sehingga membutuhkan sistem penjelas . Defenisi etimologis, ahli, contoh,uraian,penolakan.
8. Contoh, manusia susah menerima abstrak, dengan contoh gagasan di konkretkan yang merupakan cerita terinci yang disebut ilustrasi, hipotesis; cerita yang akan terjadi dengan tokoh rekaan dan faktual ; cerita sebenarnya
9. Analogi , perbandingan antara dua hal atau lebih untuk menunjukkan persaan atau perbedaan (Q.S Albaqarah;261) orang yang menafkahkan hartanya.
10. Testimoni, kutipan ahli, Undang-undang, kitab suci,artikel dan makalah, laporan dsb.
11. Statistik, angka-angka untuk menunjukkan perbandingan kasus
12. Perulangan, dapat menimbulkan kesan yang kuat ; periklanan.
Yang harus dimiliki oleh Retorikawan
a. Berpenampilan yang menarik, sederhana dan tidak berlebihan
b. Mampu menggunakan bahasa sesuai dengan obyek yang dihadapi
c. Berwawasan luas dan pengetahuannya multidisipliner atau interdisipliner
d. Menguasai psikologi massa
e. Mampu memotivasi diri sendiri
f. Optimis dan tidak pesimis
Jenis-Jenis Pidato
Berdasarkan Tujuan
4. Pidato informative ; menambah pengetahuan pendengar seperti guru dan dosen
5. Pidato persuasif : di tujukan agar orang mempercayai sesuatu, melakukannya, atau terbakar semangat dan antusiasme
6. Pidato rekratif : Perhatian kesenangan, dan humor bahasannya enteng, segar, dan mudah dicerna
Menurut macamnya
1. Impromtu ; dadakan, tanpa menggunakan naskah, langkah yang dapat dilakukan a. pikirkan permulaan pidato misal ;ilustrasi, cerita dan hubungan b. tentukan sistem organisasi pesan misal kronologis, kerangka sosial ekonomi c. tekhnik menutup pidato
2. Manuskrip (naskah ): a. Susun garis besar informasi b. tulislah seakan-akan berbicara c. baca berkali-kali sambil membayangkan pendengar d. hafalkan sekadarnya d. harus dengan ketikan besar.
3. Memoriter (hafalan : sama tetapi keseluruhan yang akan disampaikan harus di hafalkan
4. Ekstempore : banyak digunakan persiapannya adalah dengan membuat out line (garis besar) informasi yg akan disampaikan.
Kriteria topik yang baik
8. Topik harus sesuai dengan latar belakang pengetahuan anda
9. Menarik minat pembicara
10. Menarik minat pendengar
11. Sesuai dengan pengetahuan pendengar
12. Terang lingkup pembatasannya : Agama moralitas, cara ibadah dan sistem kepercayaan mis moralitas, hubungan diri, org lain dan tuhan.
13. Topik sesuai dengan waktu dan situasi
14. Topik harus dapat ditunjang dengan bahan yang lain
15. Provokatif ;dapat menimbulkan hasrat ingin tahu dan antusiasme pendengar, singkat dan mudah dimengerti
Prinsip komposisi pidato
4. Kesatuan (Unity) ; Anggota tubuh, satu macam tujuan
5. Pertautan (Coherence) ; keterkaitan setiap informasi
6. Titik berat (emphasis) ; Bagian-bagian yang harus diperhatikan (centrals idea)
Organisasi pesan
a. Deduktif : menyatakan gagasan utama kemudian memperjelas dengan bukti
b. Induktif, gagasan utama di bagian belakang dengan sebelumnya penjelasan
c. Kronologis, pesan disusun berdasarkan urutan waktu terjadinya
d. Logis, disusun berdasarkan sebab akibat
e. Spasial, pesan disusun berdasarkan tempat berhubungan dengan geografis.
Tahapan penyampaian pidato
Sebelum menyampaikan sebuah pidato atau sejenisnya, agar penyampaian menjadi menarik, berbobot dan bermakna, maka beberapa tahapan yang dapat kita usahakan adalah :
3. Membangun kepercayaan diri, mengatasi kecemasan berkomunikasi ; demam panggung, stres kerja . Untuk membangun rasa percaya diri Dale Corrigie menyatakan “lakukan apa yang anda takut melakukan “
4. Kredibilitas (otoritas), a. latar belakang keilmuan b. Good sense (pendengar menyukai) dapat dilakukan : pendekatan rasional dan argumentasi yang logis, menghindari kata lihat bab sekian, jujur dalam informasi, tidak menggurui (penghargaan pada pendapat yang berbeda).
Daftar Pustaka
1. Retorika Modern,
2. Revolusi IQ,EQ,SQ; Taufiq Pasiak, Mizan
3. Psikologi Komunikasi, DR Jalaluddin Rahmat,
4. Suggesti Voice,
~ooo0ooo~
METODE PERSIDANGAN
Oleh : K A S L A M
1. Metode : Cara, teknik, langkah-langkah, strategi.
2. Persidangan adalah pertemuan beberapa orang secara formil dalam suatu tempat dan waktu tertentu yang dipimpin oleh pimpinan sidang untuk memecahkan suatu masalah
3. Unsur-unsur sidang :
a. Pimpinan sidang
b. Peserta sidang
c. Tempat sidang
d. Waktu sidang
e. Materi sidang
4. Perlunya kita bersidang
a. Ada masalah yang ingin dipecahkan yang menyangkut nilai kebenaran
b. Melatih diri untuk bersabar/rendah hati
5. hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum persidangan dimulai
a. Waktu
b. Tempat
c. Materi/Acara
d. Alat administrasi
e. Perlengkapan
f. Komsumsi
6. Macam-macam persidangan :
a. menurut bentuk pelaksanaannya :
- Sidang Pleno
- Sidang komisi
- Sidang Sub komisi
- Sidang seksi
b. Ditinjau boleh tidaknya diikuti :
- Sidang tertutup
- Sidang terbuka
7. Tugas pimpinan sidang ;
a. Ketua
Yaitu orang ditunjuk untuk mengatur jalannya persidangan
Tugas :
- Mengatur jalannya sidang
- Membuka dan menutup sidang
- Meminta pendapat peserta
- Menertibkan dan mengaktifkan peserta sidang
- Menyimpulkan pendapat
Syarat-syarat pokok ketua sidang
- Berpengalaman
- Beribawah
- Berwawasan luas
- Bijaksana
8. Sifat-sifat seorang pimpinan sidang
a. Sopan, serius dan bersemangat
b. Menarik dan simpatik
c. Bersuara lantang dan tidak mudah terbawah arus
9. Tugas-tugas sekretaris sidang
a. Menyiapkan alat-alat administrasi
b. Mengumpulkan peserta
c. Mencatat keaktifan sidang
d. Membantu ketua untuk menjelaskan suatu hal bila diperlukan
10. Syarat-syarat sekretaris sidang
a. bisa menyimpan rahasia
b. Telaten
c. Tahu masalah administrasi
d. Pandai menyimpulkan
e. Tahan fisik dan mental
f. Tenang
11. Istilah-istilah persidangan
a. Lobbing
b. Skorsing
c. Interupsi
d. Quorum
e. Forum
f. Aklamasi
g. Voting
12. Tata cara persidangan :
a. Membuka sidang ketukan palu sebanyak 1 X dengan mengucapkan basmalah
b. Menutup sidang ketukan palu sebanyak 1 X dengan mengucapkan hamdalah
c. Skorsing sidang ketukan palu sebanyak 1 X dengan mengucapkan hamdalah
d. Mencabut skorsing sidang ketukan palu sebanyak 1 X dengan mengucapkan Basmalah
e. Menetapkan hasil persidangan ketukan palu sebanyak 3 X dengan mengucapkan hamdalah
f. Memindahkan pimpinan sidang ketukan palu sebanyak 1 X dengan mengucapkan hamdalah
g. Menerima pimpinan sidang ketukan palu sebanyak 1 X dengan mengucapkan Basmalah.
13. Bentuk- bentuk persidangan:
a. Bentuk segi empat
b. Bentuk lingkaran
c. Bentuk setengah lingkaran
d. Bentuk tapak kuda
e. Bentuk cincin
f. Bentuk Biasa
Oleh : bob al fatah orang gagahnya bone beradat
Metode adalah suatu cara yang disusun secara sistematis untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal
Istilah-istilah yang digunakan dalam persidangan adalah :
- Voting : Pengambilan suara terbanyak
- Instrupsi : Memotong pembicaraan tanpa persetujuan langsung pimpinan sidang.
- Aklamasi : Pernyataan setuju secara lisan dari seluruh peserta rapat terhadap suatu usul
tanpa pemungutan suara.
- Konseling : Penanganan masalah
- Avorum :
- Abstain : Tidak menyatakan pro atau kontra dalam pemungutan suara
- Skorsing : Pembebasan tugas untuk jangka waktu tertentu (per jam)
- Pending : Pembebasan tugas untuk jangka waktu tertentu (per hari)
- Loby : Mengadakan pendekatan secara tidak resmi
Unsur-unsur persidangan :
a. Presidium sidang , biasanya berjumlah 3, 5, atau 7 … dst
b. Masalah e. Palu sidang h. Instruktur
c. Peserta f. Tata tertib i. Protokol
d. Tempat g. Pimpinan sidang j. Peninjauan kembali (pk)
Peserta sidang terbagi dua :
1. Peserta penuh : Memiliki hak bicara dan hak suara
2. Peserta peninjau : Memiliki hak bicara tapi tidak memiliki hak suara.
Macam – macam sidang :
1. Pleno : Dihadiri oleh seluruh peserta sidang
2. Komisi : Diikuti oleh tiap anggota komisi dari pembagian per komisi
3. Paripurna : Konsolidasi pengurus
4. Istimewa : Konsolidasi pengurus (sifatnya
5. Umum : Rapat biasa bersifat 100 % forum.
Sifat – sifat sidang :
1. Tertutup : Dihadiri oleh peserta tertentu
2. Terbuka : Sidang yang dihadiri oleh semua peserta
Teknik sidang :
Macam – macam ketukan palu :
1. Pembukaan dan penutup 3 x ketuk
2. Penerimaan 1 x ketuk
3. Pengembalian 1 x ketuk
4. Pengesahan 3 x ketuk
5. Skorsing 1 x ketuk
6. Pending 1 x ketuk
7. Menenangkan peserta > 3 x ketuk
8. Ketukan berkali-kali Melempar ------ diakomodir
Format sidang :
1. Bentuk U
2. Bentuk lingkaran
3. Bentuk tapal kuda
4. Bentuk persegi
5. Bentuk Shaf
KEPEMIMPINAN
Oleh Sunandar
“Setiap kamu adalah pemimpin dan kamu akan mempertanggungjawabkan
kepemimpinan itu” (H.R Tarmidzi)
Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan menggerakkan orang lain untuk melaksanakan sesuatu. Kepemimpinan merupakan suatu seni.
A. Pengertian Kepemimpinan
Pemimpin dan kepemimpinan merupakan suatu kesatuan kata yang tidak dapat dipisahkan secara struktural maupun fungsional. Selama ini banyak sekali kekeliruan pemahaman tentang arti kepemimpinan. Pada umumnya orang melihat pemimpin adalah sebuah kedudukan atau posisi semata.
Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan menggerakkan orang lain untuk melaksanakan sesuatu. Kepemimpinan itu merupakan suatu ilmu atau seni.
B. Teori-teori Kepemimpinan
Teori-teori tentang kepemimpinan mencoba menerangkan tentang:
a. Faktor-faktor yang terlibat dalam pemunculan kepemimpinan
b. Sifat dasar dari kepemimpinan
Adapun teori-teori kepemimpinan, antara lain:
1. Teori Orang-orang Terkemuka
Teori ini mendasarkan pada kualitas-kualitas individu dan dicoba dituliskan melalui serangkaian penelitian dari latar belakang terkenal.
2. Teori Environmental
Teori lingkungan lebih memusatkan perhatian kepada waktu, tempat dan situasi yang memunculkan tentang pemimpin besar.
3. Teori Situasi Personal
Teori ini menganggap bahwa pemimpin terbentuk dari kualitas individu dan lingkungan yang mempengaruhinya.
4. Teori Interaksi Harapan
Teori ini menekankan bahwa status pemimpin tidak dapat dilepaskan dari kelompoknya dan status kelompok yang dicapai juga merupakan hasil interaksi antara individu dengan situasi yang melingkupinya.
5. Teori Humanistik
Teori humanistik menekankan kepada motivasi yang dimiliki oleh individu untuk memenuhi tujuannya atau tujuan kelompoknya. Dalam hal ini perlu diperhatikan terbentuknya kepaduan kelompok dimana pemimpin dapat lebih memotivasi anggota yang dipimpinnya untuk lebih produktif dalam mencapai tujuan kelompoknya. Selain hal itu penting pula diperhatikan jaringan manajerial yang memperlihatkan dan menjelaskan kedudukan masing-masing anggota.
6. Teori Pertukaran
Teori pertukaran menjelaskan tentang hubungan memberi dan menerima diantara pemimpin dan pengikutnya.
C. Tipe-tipe Kepemimpinan
Pada abad 19-20, para ahli telah mengajukan berbagi tulisan dan bila masing-masing tulisan tentang kepemimpinan itu digolongkan, maka tipe-tipe kepemimpinan itu adalah:
1. Tipe kepemimpinan autoriter (ada)
2. Tipe kepemimpinan persuasif (belum)
3. Tipe kepemimpinan demokratik (ada)
4. Tipe kepemimpinan intelektual (belum)
5. Tipe kepemimpinan eksekutif (ada)
6. Tipe kepemimpinan refresentatif (belum)
D. Bentuk-bentuk Kepemimpinan
Bentuk-bentuk kepemimpinan ada dua yaitu:
1. Kepemimpinan formal
2. Kepemimpinan non formal
E. Fungsi-fungsi Kepemimpinan
1. Penentuan sasaran dan mengarahkan tujuan
2. Menetapkan cara mencapai tujuan
3. Menetapkan dan memelihara struktur kelompok
4. Memudahkan aksi dan interaksi kelompok
5. Memelihara keterpaduan kelompok dan kepuasan anggota
6. Memudahkan pelaksanaan tugas kelompok
F. Prinsip-prinsip Kepemimpinan
Sebelas prinsip kepemimpinan yang dianut oleh TNI AD, yaitu:
1. Taqwa, artinya menjalankan perintah Tuhan YME dan menjauhi laranganNya.
2. Ing Ngarsa Sung Tulada, di depan memberi tauladan kepada yang dipimpinnya.
3. Ing Madya Mangun Karsa, di tengah-tengah yang dipimpinnya terjun langsung bekerja sama bahu membahu.
4. Tut Wuri Handayani, dari belakang selalu memberi dorongan dan semangat kepada yang dipimpinnya.
5. Waspada Purba Wisesa, selalu berhati-hati dalam segala kondisi, meneliti dan membuat perkiraan keadaan secara terus menerus.
6. Ambeg Para Ma’arta, pandai menentukan mana yang menurut ruang waktu dan keadaan patut didahulukan.
7. Prasaja, bersifat dan bersikap sederhana serta rendah hati.
8. Satya, loyalitas dan bersikap hemat, tidak ceroboh serta memelihara kondisi materil dengan kecermatan
9. Geninastiti, kesadaran dan kemampuan menggunakan prasarana.
10. Belaka, bersifat dan bersikap terbuka, jujur dan siap menerima kritik yang ssmembangun, selalu mawas diri dan selalu siap mempertanggungjawabkan perbuatannya.
11. Legawa, rela dan ikhlas pada waktunya mengundurkan diri dari fungsi kepemimpinannya dan diganti dengan generasi baru.
G. Tangga Kepemimpinan
Menurut Ary Ginanjar (2001) untuk mewujudkan pemimpin yang memiliki suatu pengaruh besar dan kuat dalam jangka waktu panjang harus melewati lima (5) tangga kepemimpinan, yaitu:
1. Tangga ke-1 (Pemimpin yang dicintai)
2. Tangga ke-2 (Pemimpin yang dipercaya)
3. Tangga ke-3 (Pembimbing)
4. Tangga ke-4 (Pemimpin yang berkepribadian)
5. Tangga ke-5 (Pemimpin abadi)
H. Teknik Memimpin
Hal yang paling mendasar dalam kepemimpinan adalah keaktifan anggota dalam setiap kegiatan. Untuk mencapai hal tersebut dapat ditempuh cara-cara sebagai berikut:
1. Menjadi tauladan atau contoh yang baik
2. Menghayati, meresapi bawahan
3. Mengetahui aspirasi bawahan
4. Selalu melakukan interaksi dengan bawahan supaya tercipta arus timbal balik
5. Terbuka dalam menerima kritikan dan selalu siap mempertanggungjawabkan segala kebijakan yang diambil.
I. Kriteria Keberhasilan Pemimpinan
Keberhasilan seorang pemimpin dapat dilihat dari kriteria berikut:
1. Tercapainya sasaran yang merupakan keluaran dari hasil perjuangan kebersamaan antara pemimpin dan kelompoknya.
2. Semangat juang dari kelompoknya yang merupakan Esprit de corps
3. Kepuasan dari anggota-anggota kelompoknya.
Sun tsu (the Art of war) :
Pantangan seorang pemimpin :
1. teledor, ceroboh,dan sembrono. Menjadikan takabur.
2. mudah pengecut akan memunculkan sifat ragu- ragu.
3. mudah merasa kasihan, bukan punya rasa kemanusiaan.
4. zhisoprenic, hati yang mendua
5. janus pace, berwajah dua
6. double coding, menciptakan kode- kode ganda.
7. absurditas social kemahasiswaan
Pemimpin yang baik :
1. mampu memperkirakan kemenangan,
- tahu kapan berperang dan kapan tidak.
- Tahu menggunakan kekuatan dengan mengetahui SDM
- Dia yang memiliki prajurit
- Dia yang prajuritnya bersatu dalam tujuan.
Pemimpin menurut BOB HOUSTON, yaitu orang yang mampu memperbaiki anggotanya dan sistem dimana dia berada.
KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN
ORGANISASI
Beberapa teori kepemimpinan :
1. Teori genetika, contoh : pemimpin dalan kerajaan
2. Teori social/rekayasa, contoh Pemimpin yang lahir dari latihan
3. Teori gabungan, contoh : pemimpin yang lahir dari bakat dan latihan
Contoh – contoh kepemimpinan :
1. Keyakinan 6. Motivator
2. Harapan 7. Teladan
3. Reputasi 8. Intelektual
4. Inisiatif 9. Atensi
5. Sportif
a. Manajemen
Berasal dari kata managgeiru yang berarti “ tangan “.
Langkah–langkah manajemen :
- Planning
- Organizing
- Actuating
- Controlling
KEPEMIMPINAN
1. Apa yang dimaksud dengan pemimpin menurut pandangan peserta ?
2. mengapa kita harus menjadi pemimpin ? dan mengapa kita adalah pemimpin ?
beberapa Konsef kepemimpinan yang melahirkan gaya kepemimpinan:
1. Modern
2. tradisional
3. paradigma kepemimpinan hewan
beberapa teori kepemimpinan :
1. Untuk memetakan para pemimpin yang masuk lewat teori- teori tsb.
2. Untuk memetakan kepemimpinan mereka berdasarkan teori- teori tsb.
1. teori gen, menjadi pemimpin lewat keturunan.
2. teori ekologis, pemimpin yang dikehendaki oleh lingkungan, oleh alam untuk merubah keadaan lingkungan tersebut.
3. teori sosiologis, yaitu pemimpin yang dikehendaki oleh masyarakat.
4. teori sejarah, pemimpin yang memiliki track record.
5. teori rekayasa
gaya- gaya kepemimpinan :
1. benafolen dictator.
Ciri : tegas dan tidak pandang bulu. Dipakai dalam dua masa( 1 entitas dalam dua realitas yang berbeda).
Contoh : zaman kejayaan nazi di tangan Hitler, fasis di tangan Mussolini, dan likwan yi
2. Erich Fromn, paradigma tobe( menjadikan kepemimpinan sebagai alat kekuasaan atau menjadikan kekuasaan sebagai tujuan)
Tohave(menjadikan kekuasaan sebagai alat untuk mencapai tujuan)
Untuk melayani ( spirit bonun commune- seni melayani).
3. Lary spears, servant leader ship (kepemimpinan melayani).
4. Kepemimpinan transaksional
5. kepemimpinan transisional
6. kepemimpinan transformasional
- keyakinan
- harapan
- responsive
- insting
- sportif
- motivasi
- amanah
- teladan
- intelektual
- agamais
Sun tsu (the Art of war) :
Pantangan seorang pemimpin :
1. teledor, ceroboh,dan sembrono. Menjadikan takabur.
2. Mudah pengecut akan memunculkan sifat ragu- ragu.
3. Mudah merasa kasihan, bukan punya rasa kemanusiaan.
4. Zhisoprenic, hati yang mendua
5. Janus pace, berwajah dua
6. Double coding, menciptakan kode- kode ganda.
7. Absurditas social kemahasiswaan
Pemimpin yang baik :
2. mampu memperkirakan kemenangan,
- tahu kapan berperang dan kapan tidak.
- Tahu menggunakan kekuatan dengan mengetahui SDM
- Dia yang memiliki prajurit
- Dia yang prajuritnya bersatu dalam tujuan.
Pemimpin menurut BOB HOUSTON, yaitu orang yang mampu memperbaiki anggotanya dan sistem dimana dia berada.
Oleh : S. Darman *
Beberapa teori kepemimpinan :
1. Teori genetika, contoh : pemimpin dalan kerajaan
2. Teori social/rekayasa, contoh Pemimpin yang lahir dari latihan
3. Teori gabungan, contoh : pemimpin yang lahir dari bakat dan latihan
Sifat - sifat kepemimpinan :
1. Keyakinan 6. Motivator
2. Harapan 7. Teladan
3. Reputasi 8. Intelektual
4. Inisiatif 9. Atensi
5. Sportif
Manajemen
Berasal dari kata managgeirn yang berarti “ tangan “.
Langkah–langkah manajemen :
- Planning
- Organizing
- Actuating
- Controlling
*Ketua Umum BEM Bem BEM BIOLOGI FMIPA UNM fmipa unm FMIPA UNM
Kesekretariatan dan Administrasi Organisasi
Kesekretariatan
Sekretariat : Tempat
Sekretaris : Org yg melaksanakan
Sekret : rahasia
Syarat Sekretaris:
1. Punya wawasan yg luas ttg organisasi & di luar organisasi
2. Punya integritas terhadap organisasi yg tdk meragukan
3. Mampu bekerja sama dengan ketua
4. Mampu menyimpan rahasia organisasi
5. Memiliki kemampuan di bidang administrasi organisasi
6. Memiliki kemampuan/ keterampilan menjalankan perangkat-perangkat organisasi
7. Berkepribadian sekretaris
Jenis-jenis surat:
1. Surat resmi biasa
2. Surat mandat/ tugas/ wewenang
3. Surat keputusan
Surat resmi biasa
1. Surat undangan
2. Surat keterangan
3. Surat panggilan
4. Surat permohonan/ permintaan
5. Maklumat/ pengumuman
6. Surat teguran
7. Pernyataan sikap
Bagian-bagian surat
1. Kop / kepala surat
2. Pembuka
3. Isi surat
4. Penutup
Bagian kop surat:
1. Logo/ lambang [gambar resmi yang dipakai dan menampilkan citra organisasi]
2. Nama organisasi
3. Alamat organisasi [jalan, kotak pos, telepon, fax, e-mail]
Nomor surat
Bag. Penting untuk pengirim
1. Jumlah surat keluar
2. Muatan surat
3. Tujuan
4. Monitoring tanggapan
Untuk penerima
1. Kepentingan kontrol arsip
2. Sbg dasar membalas surat
Untuk memudahkan penerima bisa saja memberi nomor lagi shg mudah untuk pengecekan. Nomor khusus ada baiknya ditulis oleh pengirim untuk surat yg sifatnya benar-benar rahasia.
Tanggal surat
Untuk mengetahui secara pasti kapan surat dilayangkan.
Dalam tgl lazim dicantumkan :
Kota pengiriman, tanggal, bulan, tahun.
Penulisan bulan jangan disingkat
Perihal surat
Dlm Surat hanya memuat satu hal saja, untuk hal lain disajikan dalam lampiran dengan keterangan di bagian surat pokok.
Alamat yg dituju
Harus ditulis lengkap
Salam pembuka
Surat resmi ; Dengan hormat, Assalamu Alaikum…….
Surat tdk resmi ; halo, ananda yg ……., ibunda yg………… dsb
Salam penutup
Surat resmi; Hormat kami, hormat saya, salam saya, Assalamu………
Surat tdk resmi; Sembah sujud, Salam sayang,…. Dsb
Tanda tangan
Bentuk-bentuk surat
1. Block/ lurus
2. Semi block/ setengah lurus
3. Full block/ lurus penuh
4. Indented/ lekuk
5. Hanging paragraph/ bergantung
6. Formal style/ surat resmi
7. Gaya Indonesia lama
Oleh : Muh. Marling *
A. Pengertian :
Sekretaris adalah orang yang menjalankan (melaksanakan) atau bertangging jawab tentang administrasi organisasi
Sekretariat yaitu Tempat, wahana untuk dijalankan atau berlangsungnya kegiatan
Sekretaris berasal dari bahasa
Inggris Secretary
Belanda Secretaris = Latin Secratam Artinya Rahasia.
B. Sekretaris dibagi atas.
1. Sekretaris dibagi atas :
• Sekretaris Pribadi yaitu orang yang mempunyai tugas membantu, menyelesaikan tugas pimpinan. Oleh Karena itu sekretaris pribadi harus mengetahui hal-hal sebagai berikut :
- Sifat–sifat pimpin, adat kebiasaan pimpinan, hoby pimpinan, kekuatan dan kelemahanya, yang di perlukan untuk pekerjaan.
Syarat Untuk menjadi sekretaris pribadi :
- Cantik berpenampilan menarik.
- Terampil dalam melakukan pekerjaan
- Bertanggungjawab
2. Sekretaris instansi/organisasi yaitu seorang yang merupakan pejabat / pengurus kunci dalam dalam sebuah instansi atau organisasi.
C. Tugas Sekretaris
o Menjalankan fungsi-fungsi organisasi
o Menjaga rahasia organisasi
o Menangani surat-surat
o Mengawasi kepentingan hukum instansi/organisasi
D. Syarat Umum menjadi Sekkretaris
1. Berwawasan luas
2. Cerdas,terampil teliti
3. Memahami bahasa dan kaidah tulisan
4. Cepat menganalisis keadaan /analisis kondisi
5. Memahami perkembangan dari waktu ke waktu
6. Bersifat humanis artinya bersifat kemasyarakatan
7. Sehat fisik mental.
E. Keretampilan Sekretaris
1. Bisa membuat surat dokumen yang baik
2. Bisa memelihara surat dan pengarsipan surat dan dokumen lembaga dengan baik
3. Bisa mendistribusikan surat/dokumen dengan baik.
F. Bagaimanakah surat yang baik itu
Penilaian baik dan buruk itu relatif dan banyak unsur yang mempengaruhinya. Untuk persyaratan utama bagi surat/dukumen yang baik dikategorikan :
1. Menggunakan Bahasa yang baik Bahasa baku
2. Penyajian harus rapi dan bersih
3. Mengetahui kaidah pengetikan, spasi, batas kiri kanan atas dan bawah 3,4,3,4
4. Dapat menyampaikan sesuai dengan tujuan sipembuat (mengetahui psikologis)
G. Sistem pengarsipan yang baik
1. Bila menerima surat masuk bubuhkan stempel tanggal dan beri nomor urutnya
2. Catatan surat /dokumen harus lengkap dalam buku surat masuk dan buku surat keluar mulai dari nomor urut, tanggal, penerima/pengirim, tgl surat alamat pengirim/alamat yang dituju , inti surat/hal. Paraf/keterangan.
Persuratan
1. Surat adalah alat untuk menguraikan isi hati atau maksud dan informasi kepada orang lain secara tertulis.
2. Fungsi surat adalah
Sebagai alat prnghubung secara tertulis
Sebagai bukti tertulis bila sewaktu-waktu timbul persoalan/masalah
Sebagai bagan dokumentasi
Sebagai duta atau wakil suatu organisasi atau instansi terkait
3. Pembagian surat pada prinsipnya dibagi 4 macam yaitu.
Surat menurut wujudnya seperti kartu pos, surat bersampul telegram
Surat menurut jenis kegiatannya seperti surat interen dan surat eksteren
Surat menurut jenis pemakainya seperti surat pribadi, surat resmi
Surat menurut bentuknya :
Full Block style,
Blook style,
Semi block style.
4. Bagian-bagian surat.:
Kepala surat (KOP)
Nomor surat
Tanggal/Lamp
Hal
Pembuka surat
Pembuka kata
Isi surat
Penutup kata
Nama organisasi/instansi
Tanda tangan
Nama jabatan
Tembusan
Lampiran
Stempel
5. Jenis surat-surat kantor/organisasi
surat dinas
Nota dinas
Memo
Surat pengantar yang berbentuk dinas
Surat kawat /Telegram
Surat undangan
Surat edaran
Surat tugas
Surat Kuasa
Surat pernyataan
Surat keterangan
Pengumuman.
* Sekretaris Umum BEM Bem BEM BIOLOGI FMIPA UNM fmipa unm FMIPA UNM
ADMINISTRASI DAN KESEKRETARIATAN
Oleh Muh. Marling *
A. Pengertian :
Sekretaris adalah orang yang menjalankan (melaksanakan) atau bertangging jawab tentang administrasi organisasi
Sekretariat yaitu Tempat, wahana untuk dijalankan atau berlangsungnya kegiatan
Sekretaris berasal dari bahasa
Inggris Secretary
Belanda Secretaris = Latin Secratam Artinya Rahasia.
B. Sekretaris dibagi atas.
3. Sekretaris dibagi atas :
• Sekretaris Pribadi yaitu orang yang mempunyai tugas membantu, menyelesaikan tugas pimpinan. Oleh Karena itu sekretaris pribadi harus mengetahui hal-hal sebagai berikut :
- Sifat–sifat pimpin, adat kebiasaan pimpinan, hoby pimpinan, kekuatan dan kelemahanya, yang di perlukan untuk pekerjaan.
Syarat Untuk menjadi sekretaris pribadi :
- Cantik berpenampilan menarik.
- Terampil dalam melakukan pekerjaan
- Bertanggungjawab
4. Sekretaris instansi/organisasi yaitu seorang yang merupakan pejabat / pengurus kunci dalam dalam sebuah instansi atau organisasi.
C. Tugas Sekretaris
o Menjalankan fungsi-fungsi organisasi
o Menjaga rahasia organisasi
o Menangani surat-surat
o Mengawasi kepentingan hukum instansi/organisasi
D. Syarat Umum menjadi Sekkretaris
8. Berwawasan luas
9. Cerdas,terampil teliti
10. Memahami bahasa dan kaidah tulisan
11. Cepat menganalisis keadaan /analisis kondisi
12. Memahami perkembangan dari waktu ke waktu
13. Bersifat humanis artinya bersifat kemasyarakatan
14. Sehat fisik mental.
E. Keretampilan Sekretaris
4. Bisa membuat surat dokumen yang baik
5. Bisa memelihara surat dan pengarsipan surat dan dokumen lembaga dengan baik
6. Bisa mendistribusikan surat/dokumen dengan baik.
F. Bagaimanakah surat yang baik itu
Penilaian baik dan buruk itu relatif dan banyak unsur yang mempengaruhinya. Untuk persyaratan utama bagi surat/dukumen yang baik dikategorikan :
5. Menggunakan Bahasa yang baik Bahasa baku
6. Penyajian harus rapi dan bersih
7. Mengetahui kaidah pengetikan, spasi, batas kiri kanan atas dan bawah 3,4,3,4
8. Dapat menyampaikan sesuai dengan tujuan sipembuat (mengetahui psikologis)
G. Sistem pengarsipan yang baik
3. Bila menerima surat masuk bubuhkan stempel tanggal dan beri nomor urutnya
4. Catatan surat /dokumen harus lengkap dalam buku surat masuk dan buku surat keluar mulai dari nomor urut, tanggal, penerima/pengirim, tgl surat alamat pengirim/alamat yang dituju , inti surat/hal. Paraf/keterangan.
P E R S U R A T A N
Oleh Muh. Marling *
Persuratan
3. Surat adalah alat untuk menguraikan isi hati atau maksud dan informasi kepada orang lain secara tertulis.
4. Fungsi surat adalah
sebagai alat prnghubung secara tertulis
sebagai bukti tertulis bila sewaktu-waktu timbul persoalan/masalah
sebagai bagan dokumentasi
Sebagai duta atau wakil suatu organisasi atau instansi terkait
3. Pembagian surat pada prinsipnya dibagi 4 macam yaitu.
Surat menurut wujudnya seperti kartu pos, surat bersampul telegram
Surat menurut jenis kegiatannya seperti surat interen dan surat eksteren
Surat menurut jenis pemakainya seperti surat pribadi, surat resmi
Surat menurut bentuknya :
Full Block style,
Blook style,
Semi block style.
4. Bagian-bagian surat.:
Kepala surat (KOP)
Nomor surat
Tanggal/Lamp
Hal
Pembuka surat
Pembuka kata
Isi surat
Penutup kata
Nama organisasi/instansi
Tanda tangan
Nama jabatan
Tembusan
Lampiran
Stempel
9. Jenis surat-surat kantor/organisasi
surat dinas
Nota dinas
Memo
Surat pengantar yang berbentuk dinas
Surat kawat /Telegram
Surat undangan
Surat edaran
Surat tugas
Surat Kuasa
Surat pernyataan
Surat keterangan
Pengumuman.
Oleh : Sahriah & Maulidiah Sunusi *
“Adalah sebuah kemustahilan ketika kita menjadi pintar tanpa belajar, karena sesungguhnya tak ada orang pintar dan orang bodoh tapi yang ada adalah orang yang pintar karena rajin dan orang yang bodoh karena malas”
Proses belajar bisa saja menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan tapi kadang juga begitu menjemukan, tidak menyukai pelajaran, kurang senang pada guru yang mengajar, sakit, atau adanya kegiatan-kegiatan lain yang lebih menarik bisa menjadi alasan munculnya rasa malas dan enggan untuk belajar. Oleh karena itu bebrapa langkah berikut bisa anda tempuh ketika rasa bosan itu mulai menghampiri anda.
# Persiapan belajar, sebelum belajar anda butuh persiapan yang nantinya mendukung kenyamanan anda dalam belajar persiapan itu meliputi :
a. Kondisi fisik dan mental, kondisi fisik sangat menetukan kenyamanan anda dalam belajar, bila anda merasa kurang enak badan maka jangan memaksakan diri untuk tetap belajar sekalipun akan ada ujian besok harinya, jadi sangat penting untuk terus menjaga dan mempertahankan kesehatan tubuh. Demikian pula dengan kondisi mental, seseorang yang sedang merasa jengkel, marah, atau perasaan-perasaan lain yang bisa mengganggu kenyamanan belajar akan sangat mempengaruhi konsentrasi sehingga mempersulit penyerapan materi.
b. Tempat dan suasana, sediakan tempat yang nyaman untuk belajar, ruang belajar anda harus bersih, sejuk dan memungkinkan pertukaran udara, terang dan tidak terlalu silau. Usahakan menciptakan suasana belajar yang tenang dan nyaman, hindari berada diantara orang-orang yang melakukan aktivitas yang bisa mengganggu konsentrasi anda.
c. Waktu belajar yang baik, pilihlah waktu yang menunjang untuk kita memiliki pikiran yang segar dan kejernihan otak, seperti jedah antara waktu magrib dan isya, sore hari atau waktu-waktu dimana kita merasa pikiran kita lebih jernih.
d. Alat dan pelengkap, sediakan alat seperti kertas dan pulpen untuk mencatat, bila perlu sediakan tape dan putar lagu-lagu bermusik lembut, ini akan membantu konsentrasi anda bisa juga dengan menyediakan makanan ringan sehingga anda terkesan lebih santai.
# Langkah-langkah penting dalam belajar :
Cara mengikuti pelajaran dikelas, anda mungkin pernah merasakan bosan dalam menerima pelajaran di kelas terutama bila materi itu berlangsung pada tengah hari dan dibawakan oleh guru yang menggunakan metode itu-itu saja, untuk mensiasati hal tersebut lakukan langkah-langkah berikut :
1. Mempersiapkan diri sebelum mengikuti pelajaran di kelas
2. Niatkan dalam hati, tujuan anda ke sekolah Ilmu dan tanamkan kemauan dan tekad yang keras t
3. Gunakan mata dan telinga anda untuk memperhatikan apa yang dijelaskan oleh guru anda sehingga materi yang diberikan itu berkesan buat anda, pehatikan bagian-bagian penting yang sering diulangi dan catat dengan rapih.
4. Pusatkan perhatian anda pada materi yang sedang diberikan dan jangan segan untuk bertanya bila ada sesuatu yang kurang anda pahami.
5. Membaca atau mengulangi pelajaran yang telah diberikan.
# Bagaimana cara membaca yang baik ?
Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus ditempuh oleh seorang pembaca :
1. Jangan menganggap enteng syarat-syarat kesehatan membaca, terutama untuk kesehatan mata.
2. Menyusun rencana dan mengatur penggunaan waktuuntuk membaca.
3. Menyiapkan dan menggunakan alat tulis-menulis untuk mencatat atau menandai bagian-bagian buku yang dianggap penting.
4. Memusatkan perhatian pada apa yang sedang dibaca.
# Bagaimana mempesiapkan diri menghadapi ujian.
Semua orang pasti bercita-cita untuk sukses dalam ujian, termasuk anda kan?, caranya:
1. Siapkan diri anda, pastikan waktu dan tempat ujian anda, bawa semua alat yang yang mungkin anda perlukan, hindari perasaan tertekan atau takut menghadapi ujian.
2. Perkaya diri anda dengan materi yang akan diujiankan, caranya pastikan catatan-catatan dan buku paket anda lengkap, siapkan jadwal belajar jauh hari sebelum ujian, hindari meramal soal yang akan naik di ujian, usahakan dalam belajar anda lebih menekankan pada pemahaman bukan peghafalan dan perbanyak mengulang materi yang sedang dipelajari
3. Menenangkan diri dan percaya bahwa anda bisa melalui ujian itu dengan baik dengan apa yang anda miliki tanpa bantuan siapapun
KARYA TULIS ILMIAH
BY : MAULIDIAH SANUSI
I. Judul
Judul karya tulis anda hendaknya mencerminkan isi secara keseluruhan dan menarik.
II. Bab I Pendahuluan
a. Latar belakang
Latar belakang berisi hal-hal yang melatarbelakangi dilakukannya penelitian.
b. Rumusan masalah
Rumusan masalah berisi permasalahan-permasalahan yang akan dipecahkan melalui penelitian yang dilakukan, rumusan masalah hendaknya berupa pertanyaan.Masalah adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Hendaknya masalah yang diangkat memiliki nilai guna.
c. Tujuan penelitian
Tujuan dari penelitian harus disesuaikan dengan rumusan masalah.
d. Manfaat penelitian
III. Kajian Pustaka, kerangka berpikir dan hipotesis
Kajian pustaka memiliki fungsi yang sangat penting bagi sebuah karya tulis karena berfungsi menguatkan hasil penelitian. Kajian pustakan dapat diperoleh dari buku, internet dan sumber-sumber lain.
IV. Metode penelitian
a. Prosedur penelitian
b. Subjek penelitian
V. Hasil dan Pembahasan
a. Hasil penelitian
b. Pembahasan
VI. Penutup
a. Kesimpulan
b. Saran
VII. Daftar Pustaka
• Bendahara Umum BEM Bem BEM BIOLOGI FMIPA UNM fmipa unm FMIPA UNM
• Ketua Bidang I (Keilmuan & Penalaran) BEM Bem BEM BIOLOGI FMIPA UNM fmipa unm FMIPA UNM
Oleh : Sahriah *
A. Apa sih budaya menulis itu ?
Budaya : Kebiasaan atau adat
Menulis : Menuangkan apa yang kita dengar, kita lihat, kita pikirkan dan kita rasakan dalam
bentuk tulisan.
B. Macam-macam tulisan
1. Tulisan ilmiah : Tulisan yang sistematik, contohnya makalah
2. Tulisan non ilmiah :
# Berita : 5 W + 1 H
What (Kejadian apa yang menjadi berita?)
When (Kapan terjadinya ?)
Who (Siapa pelaku/tokoh yang terlibat ?)
Where (Dimana tempatnya ?)
Why (Mengapa bisa terjadi ? )
# Ekspresi/tulisan biasa
Tulisan yang ditulis dalam bentuk bebas, tergantung pada penulis dan biasanya merupakan luapan perasaan atau hasil imajinasi.
C. Bagaimana menjadi penulis ?
1. Mulai mencatat semua yang kita lihat, kita dengar, kita pikirkan dan kita rasakan bisa dalam diary atau dalam agenda
2. Menfokuskan tulisan pada kejadian-kejadian penting yang menarik perhatian termasuk perasaan marah, senang, jengkel, dsb.
3. Tidak memaksakan diri untuk menghasilkan tulisan yang ‘bagus’ dalam artian menuliskan semua perasaan kita dengan apa adanya, anggap saja tulisan itu hanya untuk dinikmati sendiri.
4. Mulai mengembangkan tulisan, misalnya saat pertama menulis kita hanya menulis memo hati atau catatan singkat tentang perasaan namun pada namun beberapa hari kemudian kita mulai membuat tulisan dalam bentuk puisi hingga akhirnya kita bisa membuat cerpen.
5. Mengumpulkan tulisan dan sesekali membuka kumpulan tulisan anda dan puji diri anda.
6. Perbanyak membaca buku, membaca dapat membuat wawasan menjadi luas sehingga dapat mempermudah anda dalam membuat sebuah tulisan
7. Jangan menyerah !!!
Ketika hari ini anda merasa belum mampu menulis sebuah puisi atau cerpen maka tuangkan ketidakmampuan anda dalam bentuk tulisan, anda bisa mencaci ketidakmampuan anda, atau menulis pertanyaan-pertanyaan dalam diri anda mengapa anda tidak bisa melakukannya ?, dan tanpa anda sadari cacian itupun pada dasarnya adalah bentuk latihan menulis, tinggal bagaimana anda mengembangkannya dengan tidak berhenti berlatih !!!
D. Mengapa menulis itu penting ?
1. Menulis dapat menjadi pengisi waktu luang yang tidak kalah bermanfaat dibanding membaca bahkan jauh lebih bermanfaat dari sekedar nonton sinetron.
2. Mengurangi beban pikiran dan mengatasi rasa jenuh, secarik kertas dan sebatang pena bisa menjadi sahabat terbaik ketika kita sedang bermasalah.
3. Mengembangkan pola pikir, orang yang suka menulis akan memiliki pola pikir yang jauh lebih berkembang dibanding orang yang jarang menulis.
4. Membuat kita lebih dewasa dan lebih bijaksana
Cari tulisan-tulisan pada saat anda sedang menghadapi masalah, telusuri bagaimana anda menyelesaikannya dan rasakan bahwa sebenarnya anda punya kekuatan untuk bangkit dari masalah-masalah yang menimpa anda, dengan demikian anda akan merasa lebih santai menghadapi masalah apapun !!!
5. Menghibur atau menolong orang lain, tulisan anda bisa saja membuat orang sedih yang membacanya menjadi tersenyum atau membantu orang lain menyelesaikan masalahnya.
6. Membantu anda mengkomunikasikan apa yang anda pikirkan atau apa yang anda rasakan kepada orang lain.
MANAJEMEN KEGIATAN
Oleh Sampeudin
Apa itu manajemen ?
Manajemen sama dengan pengaturan yang mengarah pada sebuah keberhasilan
Siapa yang melakukan manajemen ?
Manajemen bisa dilakukan oleh diri kita sendiri secara perseorangan ataukah menunjuk orang lain dan bisa juga dilakukan oleh beberapa orang yang mempunyai tujuan yang sama.
Fungsinya untuk apa sih ?
Sangat jelas dalam menjalani kehidupan ini dibutuhkan sebuah pengaturan untuk keteraturan, baik itu untuk diri kita sendiri sampai masyarakat luas yang beraneka ragam sangat butuh dengan sebuah keteraturan. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah manajemen, baik itu untuk mengatur diri kita pribadi, untuk mengatur orang lain baik itu dibawah atau di atas kita bahkan untuk mengatur sebuah organisasi pun
Bagaimana memanajemen sebuah kegiatan ?
Untuk melaksanakan sebuah kegiatan tentunya harus ada sebuah perencanaan dan persiapan sebelumnya, hal ini dikarenakan keinginan untuk melaksanakan kegiatan dalam suasana yang lancar dan terkendali. Oleh karenanya itu dalam melaksanakan sebuah kegiatan dimulai dari perencanaan sampai pada pasca pelaksanaannya dibutuhkan sebuah manajemen untuk mengatur jalan keseluruhan kegiatan ini.
Yang melaksanakan manajemen tersebut bisa satu orang yang memimpin atau yang mengkoordinir kegiatan tersebut, bisa juga oleh beberapa orang dan biasanya dibentuk dalam sebuah kepanitiaan ataukah tim kerja. Hanya untuk diketahui dikoordinir oleh satu atau beberapa orang itu sama saja yang penting tujuan orang-orang ini sama yaitu untuk melaksanakan sebuah kegiatan dan bekerja untuk menyukseskan kegiatan tersebut. Dalam sebuah kegiatan tidak baik bila semua orang yang terlibat berperan sebagai manajer, baiknya ada juga yang melaksanakan apa yang telah diupayakan oleh sang manajer, dalam artian ada yang berpikir dan ada yang bekerja dimana semuanya tetap dalam satu tujuan yang sama.
Bagaimana mempersiapkan kegiatan ?
Untuk melaksanakan sebuah kegiatan butuh beberapa persiapan yang nantinya akan mendukung kelancaran kegiatan ini. Persiapan ini butuh juga sebuah manajemen, karena bisa dikatakan keberhasilan sebuah kegiatan 80 % ditentukan dari berhasil tidaknya tahap persiapan. Yang mengkoordinir tahap persiapan biasanya ada beberapa orang yang biasanya bekerja sebagai tim dan sebuah seksi, semisal yang mempersiapkan perlengkapan yang akan dipakai dalam kegiatan nantinya adalah orang-orang yang berada di seksi perlengkapan yang juga ada salah seorang dari mereka yang mengkoordinirnya. Begitu juga untuk mempersiapkan susunan acara ada seksi acara, yang menyiapkan makan ada seksi konsumsi atau logistik dan seksi-seksi lainnya. Baiknya lagi dipersiapkan waktu-waktu khusus untuk mengevaluasi hasil kerja dari seksi-seksi dalam tahap persiapan ini sambil membicarakan persiapan-persiapan lainnya untuk keberhasilan kegiatan.
ANALISIS SWOT :
S = Strongest atau kekuatan
Seorang manajer harus sudah mengetahui kekuatan dari dirinya, para personilnya, faktor-faktor pendukung kegiatannya dan kekuatan-kekuatan lainnya
W = Weakness atau kelemahan
Seorang manajer juga harus tahu kelemahan dari dirinya , personil dan kelemahan lainnya sehingga bisa menutupinya segera.
O = Opportunity atau peluang
Seorang manajer harus cerdas dalam melihat sebuah peluang, baik itu peluang yang positif ataukah peluang yang negatif
T = Treatment atau tantangan
Seorang manajer juga harus bisa menghadapi tantangan baik itu dihadapi secara bersama-sama ataukah seorang diri
MANAJEMEN ORGANISASI:
- Manajemen program, dengan skala prioritas/ program prioritas.
- Manajemen personalia (pengurus) berdasarkan kompetensi
- Manajemen keuangan (kebutuhan,sumber,pengelolaan dan pelaporan)
- Manajemen konflik
- Manajemen stake holder
BELAJAR EFEKTIF
“Adalah sebuah kemustahilan ketika kita menjadi pintar tanpa belajar, karena sesungguhnya tak ada orang pintar dan orang bodoh tapi yang ada adalah orang yang pintar karena rajin dan orang yang bodoh karena malas”
Proses belajar bisa saja menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan tapi kadang juga begitu menjemukan, tidak menyukai pelajaran, kurang senang pada guru yang mengajar, sakit, atau adanya kegiatan-kegiatan lain yang lebih menarik bisa menjadi alasan munculnya rasa malas dan enggan untuk belajar. Oleh karena itu bebrapa langkah berikut bisa anda tempuh ketika rasa bosan itu mulai menghampiri anda.
# Persiapan belajar, sebelum belajar anda butuh persiapan yang nantinya mendukung kenyamanan anda dalam belajar persiapan itu meliputi :
e. Kondisi fisik dan mental, kondisi fisik sangat menetukan kenyamanan anda dalam belajar, bila anda merasa kurang enak badan maka jangan memaksakan diri untuk tetap belajar sekalipun akan ada ujian besok harinya, jadi sangat penting untuk terus menjaga dan mempertahankan kesehatan tubuh. Demikian pula dengan kondisi mental, seseorang yang sedang merasa jengkel, marah, atau perasaan-perasaan lain yang bisa mengganggu kenyamanan belajar akan sangat mempengaruhi konsentrasi sehingga mempersulit penyerapan materi.
f. Tempat dan suasana, sediakan tempat yang nyaman untuk belajar, ruang belajar anda harus bersih, sejuk dan memungkinkan pertukaran udara, terang dan tidak terlalu silau. Usahakan menciptakan suasana belajar yang tenang dan nyaman, hindari berada diantara orang-orang yang melakukan aktivitas yang bisa mengganggu konsentrasi anda.
g. Waktu belajar yang baik, pilihlah waktu yang menunjang untuk kita memiliki pikiran yang segar dan kejernihan otak, seperti jedah antara waktu magrib dan isya, sore hari atau waktu-waktu dimana kita merasa pikiran kita lebih jernih.
h. Alat dan pelengkap, sediakan alat seperti kertas dan pulpen untuk mencatat, bila perlu sediakan tape dan putar lagu-lagu bermusik lembut, ini akan membantu konsentrasi anda bisa juga dengan menyediakan makanan ringan sehingga anda terkesan lebih santai.
# Langkah-langkah penting dalam belajar :
a. Cara mengikuti pelajaran dikelas, anda mungkin pernah merasakan bosan dalam menerima pelajaran di kelas terutama bila materi itu berlangsung pada tengah hari dan dibawakan oleh guru yang menggunakan metode itu-itu saja, untuk mensiasati hal tersebut lakukan langkah-langkah berikut :
6. Mempersiapkan diri sebelum mengikuti pelajaran di kelas dengan cara membaca bab yang akan diberikan di kelas.
7. Niatkan dalam hati anda bahwa tujuan anda ke sekolah hanya untuk mencari ilmu dan tanamkan kemauan dan tekad yang keras tentang hal itu.
8. Gunakan mata dan telinga anda untuk memperhatikan apa yang dijelaskan oleh guru anda sehingga materi yang diberikan itu berkesan buat anda, pehatikan bagian-bagian penting yang sering diulangi dan catat dengan rapih.
9. Pusatkan perhatian anda pada materi yang sedang diberikan dan jangan segan untuk bertanya bila ada sesuatu yang kurang anda pahami.
10. Membaca atau mengulangi pelajaran yang telah diberikan.
# Bagaimana cara membaca yang baik ?
Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus ditempuh oleh seorang pembaca :
5. Jangan menganggap enteng syarat-syarat kesehatan membaca, terutama untuk kesehatan mata.
6. Menyusun rencana dan mengatur penggunaan waktuuntuk membaca.
7. Menyiapkan dan menggunakan alat tulis-menulis untuk mencatat atau menandai bagian-bagian buku yang dianggap penting.
8. Memusatkan perhatian pada apa yang sedang dibaca.
# Bagaimana mempesiapkan diri menghadapi ujian.
Semua orang pasti bercita-cita untuk sukses dalam ujian, termasuk anda kan?, caranya:
4. Siapkan diri anda, pastikan waktu dan tempat ujian anda, bawa semua alat yang yang mungkin anda perlukan, hindari perasaan tertekan atau takut menghadapi ujian.
5. Perkaya diri anda dengan materi yang akan diujiankan, caranya pastikan catatan-catatan dan buku paket anda lengkap, siapkan jadwal belajar jauh hari sebelum ujian, hindari meramal soal yang akan naik di ujian, usahakan dalam belajar anda lebih menekankan pada pemahaman bukan peghafalan dan perbanyak mengulang materi yang sedang dipelajari
6. Menenangkan diri dan percaya bahwa anda bisa melalui ujian itu dengan baik dengan apa yang anda miliki tanpa bantuan siapapun
SELAMAT MENCOBA
PERKEMBANGAN PSIKOLOGI REMAJA
Oleh : Muh. Nawir
“REMAJA” kata yang mengandung aneka kesan. Ada yang mengatakan bahwa remaja merupakan kelompok yang biasa saja. Ada juga yang beranggapan remaja adalah kelompok orang-orang yang menyusahkan orang-orang tua. Juga ada mengatakan remaja adalah potensi manusia yang perlu dimanfaatkan. Tapi hal ini akan berbeda jika kita pertanyakan kepada remaja itu sendiri. Mungkin ada yang berbicara tentang ketidak acuhan, atau menganggap remaja adalah “dunia” tersendiri.
Rentangan Usia dan Ciri-Ciri Remaja
Masa kanak-kanak awal : Dua tahun sampai enam tahun
Masa kanak-kanak akhir : Enam tahun sampai sepuluh atau sebelas tahun
Pubertas : Sepuluh atau dua belas tahun sampai tiga belas atau empat belas tahun
Masa remaja awal : Tiga belas atau empat belas tahun sampai tujuh bhelas tahun
Masa remaja akhir : Tujuh belas tahun sampai dua puluh satu tahun.
Masa dewasa awal : Dua puluh satu tahun sampai empat puluh tahun
Masa setengah baya : Empat puluh sampai enam puluh tahun
Masa tua : Enam puluh tahun sampai meninggal dunia.
Sebelum masuk pada dunia remaja akan melewati pubertas (masa ambang remaja), masa ini terdiri dari dua ciri-ciri yaitu :
Ciri-ciri utama/umum :
1. Pubertas merupakan periode transisi
2. terjadi perubahan yang sangat cepat.
3. Munculnyas berbeda-beda pada tiap individu.
Ciri-ciri khusus :
1. Ciri-ciri seks primer.
2. Ciri-ciri seks sekunder
3. Perubahan sikap dan perilaku
Kebutuhan khas remaja
1. Kebutuhan akan kasih saying
2. Kebutuhan akan keikutsertaan dan diterima
3. Kebutuhan untuk berdiri sendiri
4. Kebutuhan untuk berprestasi
5. Kebutuhan akan pengakuan dari orang lain
6. kebutuhan untuk dihargai
7. kebutuhan memperoleh falsafah
Seorang remaja ketika bergaul di masyarakat luas biasanya akan membentuk kelompok-kelompok sebagai wadah penyesuaian. Didalamnya timbul persahabatan yang merupakan ciri khas pertama.
Kelompok dalam pergaulan remaja
1. Kelompok sahabat karib
2. Kelompok komplotan sahabat
3. Kelompok banyak remaja
4. Kelompok yang diorganisir
5. Kelompok gangs
Ketika Adam diciptakan dari segumpal tanah oleh sang khaliq dan ditempatkan di dalam sorga-Nya dengan segala kenikmatan di dalamnya, ternyata Adam-pun tetap merasa kesepian maka diciptakanlah Hawa sebagai pasangan hidupnya. Dengan kata lain Hawa tercipta di dunia untuk menemani sang Adam. Kisah klasik diatas adalah suatu hal yang sangat manusiawi sekaligus sebgai bukti yang nyata bahwa sesuai fitranya manusia adalah mahluk sosial yang tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Tetapi apakah dengan adanya orang lain maka segala kebutuhan kita dengan serta merta dapat terpenuhi pula ?. Pastilah diperlukan suatu kerja sama yang baik untuk mencapai hal itu. Lalu bagaimana cara untuk bisa bekerja sama dengan baik ? Sebelum bekerja sama perlu saling kenal terlebih dahulu, dan untuk bisa saling mengenal maka kita harus melakukan interaksi dengan orang lain, dan salah satu bentuk interaksi dengan orang lain yang paling umum adalah berkomunikasi. Begitu penting arti suatu komunia hingga tanpa komunikasi mustahi bisa terbentuk suatu kelompok, masyarakat apalagi bangsa dan Negara.
@ Apa Itu Kemunikasi ?
Komunikasi adalah :
1. Pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
2. Perhubungan
.. dua arah komunikasi yang komunikan dan komunikatornya satu saat bergantian memberikan informasi.
.. formal tingkat ketepatan, keringkasan dan kecepatan komunikasi.
.. massa dari ilmu komunikasi, yakni penyebaran informasi yang dilakukan oleh suatu kelompok sosial tertentu kepada pendengan atau hadirin yang luas atau heterogen serta tersebar dimana-mana.
.. sosial komunuikasi antar kelompok sosial masyarakat.
@ Komponen-Komponen Utama Dalam Suatu Komunikasi :
- Siapa (sumber informasi)
- Apa isinya
- Ditujukan kepada siapa
- Fungsi
@ Fungsi Komunikasi :
- Propaganda
- Mengumpulkan dan menyebarkan informasi
- Pendidikan
- Hiburan
Komunikasi tidak selamanya berdampak positif tetapi juga dapat berdampak negatif. Komunikasi yang baik dapat berdampak positif begitupula dengan komunikasi yang buruk dapat berakibat buruk pula. Oleh karenanya ada dua faktor utama yang harus diperharikan dalam melakukan komunikasi yaitu :
Dengan siapa kita berkomunikasi
Dalam situasi yang bagaimana
” Teknik Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Remaja “
Latar Belakang Masalah
Berisi argumentasi mengapa penelitian tersebut penting dilakukan. Menggambarkan situasi dan kondisi baik secara makro maupun mikro serta dilengkapi dengan fakta dan data-data lapangan. Menunjukkan sebab-sebab muncul dan terjadinya masalah. Dikotomi, antara apa yang seharusnya terjadi dan kenyataan yang ada. Munculnya kesenjangan antara apa yang diharapkan dengan kenyataan. Sedikit kajian teoritis yang dibandingkan dengan fenomena yang ada, sehingga penelitian ini menjadi menarik, memberi manfaat yang besar dan memang urgen untuk dilakukan.
Dalam latar belakang juga dapat dipaparkan rangkuman hasil bacaan berupa hasil penelitian, hasil seminar atau diskusi ilmiah, dan pengalaman peneliti sendiri yang mendukung topik penelitian
Pada latar belakang ini hendaknya memuat:
- Kekuatan hukum
- Kekuatan ilmiah
- Data tentang variabel-variabel dan kaitan variabel yang diperhatikan
- Fenomena sosial yang nampak
- Kenyataan di lapangan yang dilihat langsung oleh peneliti, yang kenyataan ini sama juga kalau dilihat orang banyak
- Membahas hubungan/kaitan variabel yan g diperhatikan
Isu Global
Isu Nasional
Isu Kabupaten
Isu Desa
Rumusan Masalah
Pernyataan singkat tentang permasalahan yang akan dipecahkan dan merupakan intisari dari latar belakang masalah. Penentuan pilihan dan penegasan permasalahan yang akan diteliti. Masalah adalah sesuatu yang penting untuk mendapatkan pemecahan dan merupakan gap antara teori dengan kenyataan, antara apa yang diharapkan dengan apa yang terjadi. Dari banyak masalah yang mungkin dihadapi, maka akan ditentukan pokok masalah yang akan menjadi fokus dalam penelitian, rumusan masalah dilakukan dengan tiga cara. Yaitu :
a. dengan kalimat tanya.
b. dengan kalimat pernyataan, misalnya :
c. dengan kalimat pernyataan yang dipertegas dengan kalimat tanya.
Tujuan dan kegunaan penelitian
1. Tujuan penelitian :
Menunjukkan hal-hal yang ingin dicapai, sesuai dengan pokok permasalahan. Tujuan penelitian senantiasa mencari jawaban pertanyaan atau pernyataan yang diajukan sebagai rumusan masalah . Tujuan masalah biasanya diawali dengan kata-kata seperti : Untuk mengetahui, menghitung, menganalisis, membedakan dan lain-lain.
2. Kegunaan penelitian :
Berisi guna atau manfaat dari hasil penelitian. Dijelaskan juga manfaat untuk siapa dan pihak mana saja,. Idealnya adalah dua macam manfaat yang dapat diperoleh dari suatu penelitian, khususnya penelitian ilmiah, yaitu :
a. Manfaat teoritis, bahwa suatu penelitian ilmiah memperoleh teori atau pengembangan bidang ilmu yang diteliti.
b. Manfaat praktis, bahwa hasil suatu penelitian ilmiah dapat dimanfaatkan secara langsung oleh orang-orang yang berkecimpung di bidang penerapan ilmu itu dalam hal :
1. Bahan perbandingan dengan kenyataan sehari-hari dengan temuan itu sebagai pengetahuan,.
2. Membantu memecahkan masalah yang dihadapi sehari-hari.
3. Menjadi pedoman kerja untuk lebih meningkatkan peofesionalisme para praktisi penerapan ilmu itu.
Kajian pustaka
Pada kajian pustaka/ landasan teori berisi deskripsi teori, yaitu teori-teori variabel penelitian. Sedangkan pada kerangka pikir memuat hubungan, pengaruh, kedudukan, variabel penelitian. Hipotesis adalah jawaban sementara atas masalah penelitian, yang kebenarannya masih harus diuji secara empiris. Hipotesis merupakan jawaban atas masalah penelitian secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi kebenarannya. Hipotesis dibuat berdasarkan kajian teoritis/ kepustakaan. Jurnal-jurnal ilmiah maupun hasil penelitian sebelumnya.
Metode Penelitian
Metode Penelitian
1. Variabel Penelitian
Variabel adalah sesuatu yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan pada benda atau hal tertentu atau sesuatu yang berubah. Secara umum, variabel dapat dibagi dua yaitu Variabel bebas dan variabel terikat , Variabel bebas senantiasa menyebabkan perubahan seperti, pendidikan, jenis kelamin, usia, makanan, tingkat kecerdasan, kerajinan, dan lain-lain. Variabel terikat adalah sesuatu yang dapat berubah yang disebabkan oleh variabel bebas seperti prestasi belajar, keterampilan dan [pertumbuhan badan, dan lain-lain.
2. Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan strategi dalam melaksanakan penelitian. Oleh karena itu desain penelitian biasa juga disebut dengan rancangan penelitian. Secara umum desain dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok, yaitu :
1). Desain kualitatif untuk penelitian kualitatif,
2). Desain deskripsi untuk penelitian deskripsi,
3). Desain eksperimental untuk penelitian eksperimen.
3. Defenisi Operasional Variabel
Variabel yang diteliti perlu didefenisikan secara operasional atau rinci agar mudah dikontrol.
4. Populasi dan Sampel penelitian
a. Populasi adalah kelompok kumpulan jumlah yang memiliki persamaan atau kemiripan karakteristik yang menjadi sasaran penelitian.
b. Sampel adalah jumlah kecil yang dipisahkan dari populasi, tetapi diyakini bahwa jumlah kecil itu dapat mewakili karakteristik populasi.
Hasil dan pembahasan
Isinya:
- Keadaan umum wilayah penelitian
- Deskripsi data
- Membahas data kemudian ada kesimpulan
Kesimpulan, Saran dan Daftar Pustaka
Kesimpulan
Kesimpulan merupakan pemaknaan peneliti secara terpadu terhadap semua hasil penelitian yang diperolehnya. Suatu kesimpulan biasanya berkait dengan beberapa hal berikut:
1. Rangkuman jawaban terhadap pernyataan-pernyataan penelitian
2. Memberi kesan mengakhiri suatu karya tulis
3. Menunjukkan hal-hal yang sudah dan belum terjawab dalam penelitian
4. Menunjukkan bahwa penulis telah melakukan yang direncanakan
5. Menyatakan pandangan penulis berdasarkan bukti-bukti nyata yang ditemukan
6. Menyatakan kepuasan penulis terhadap apa yang telah dilakukannya
7. Menunjukkan kepada pembaca apa yang akan disampaikan oleh penulis
8. Menunjukkan kepada pembaca hal-hal baru yang relevan
Untuk membuat kesimpulan, penulis harus membaca secara mendalam apa yang telah ditulisnya. Semua kesimpulan harus didasarkan pada apa yang ditulis, bukan pada apa yang diinginkan.
Saran
Saran harus konsisten dengan kesimpulan yang diambil berdasarkan temuan penelitian. Seorang penulis tidak boleh memberi saran di luar lingkup penelitiannya. Saran ditujukan kepada pihak-pihak yang berkepentingan atau terkait.
Daftar pustaka
Daftar pustaka memuat semua sumber tertulis yang diacu atau dikutip, baik secara langsung maupun tidak langsung. Adapun unsur-unsur yang dicantumkan dalam penulisan daftar pustaka adalah:
- nama pengarang
- tahun penerbitan
- judul / sub judul (kalau ada)
- tempat penerbit
- nama penerbit
Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh-contoh berikut:
*Penulisan buku
Urutannya:
Nama pengarang, tahun terbitan, judul buku, tempat penerbitan dan nama penerbit.
Judul buku digarisbawahi atau dicetak miring, dengan huruf kapital setiap awal kata kecuali kata tugas. Tempat penerbitan dan penerbit dipisah dengan titik dua ( : ).
*Buku dengan pengarang tunggal
Latif, Rahmawati. 2003. Perempuan-perempuanku. Makassar: UNM Press
*Buku dengan pengarang dua orang
Latif, Rahmawati dan Daratista, Inul. 2003. Jati Diri Seorang Muslimah. Bandung: Pustaka Hidayah.
*Buku terjemahan
Crème, P. dan Lea, M.R. 1999. Menulis di Perguruan Tinggi. Terjemahan oleh Rahmawati Latif . 2002. Makassar: UNM Press.
*Artikel dalam buku kumpulan artikel
Judul artikel ditulis dengan huruf kecil, kecuali huruf pertama kata pertama. Judul buku kumpulan digarisbawahi atau dicetak miring seperti contoh di bawah ini :
Latif, Rahmawati. 2000. Pengajaran membaca cepat. Dalam Haryanto (Ed). 2000. Renik-renik Pengajaran Biologi (hlm. 7-19). Makassar: UNM Press
*Artikel dalam jurnal
Nama jurnal digarisbawahi atau dicetak miring
Latif, Rahmawati. 2003. Kalimat tema dalam suatu karya ilmiah. Jurnal Pendidikan & Keguruan, 03 (II): 173-185
Minggu, 24 Januari 2010
Langganan:
Komentar (Atom)
